Semangat Kartini Hidup dalam Perjuangan Perempuan Modern, Lina Latifa,SPd : Dari Kegelapan Menuju Terang
- Karya Terkenal: Buku surat-surat yang dikumpulkan berjudul “Door Duisternis tot Licht“, atau dikenal di Indonesia sebagai “Habis Gelap Terbitlah Terang“.
Semangat perjuangan emansipasi perempuan yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini terus menginspirasi generasi perempuan hingga saat ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Lina Latifa, S.Pd., dari Media Indonesia Jaya Dari PT Media Karunia Jaya, dalam refleksinya mengenai makna perjuangan Kartini di era modern.
Menurut Lina Latifa, SPd sosok Kartini merupakan simbol perubahan besar bagi perempuan Indonesia.
Ia menilai bahwa perjuangan Kartini telah membuka jalan bagi perempuan untuk memperoleh hak pendidikan yang setara dengan laki-laki.
“Dulu perempuan hanya dianggap cukup berada di dapur dan mengurus rumah tangga.
Namun melalui perjuangan Kartini, perempuan mulai mendapatkan kesempatan untuk bersekolah dan berkembang,” ujarnya.
Lina juga menuturkan bahwa dalam perjuangannya, Kartini bahkan harus menghadapi berbagai keterbatasan dan tekanan sosial.
Dikisahkan bahwa demi memperoleh ilmu, Kartini melakukan berbagai cara agar dapat belajar, termasuk menyamarkan diri demi mengakses pendidikan.
Selain itu, Kartini juga dikenal mendirikan sekolah bagi perempuan sebagai langkah nyata memperjuangkan kesetaraan.
Lebih lanjut, Lina menegaskan bahwa semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang” bukan hanya sekadar slogan, melainkan cerminan perjalanan panjang perempuan dalam meraih hak dan kesempatan.
Ia mengajak seluruh perempuan untuk terus berproses, berjuang, dan tidak menyerah dalam menghadapi tantangan kehidupan.
“Perjuangan perempuan tidak berhenti pada masa Kartini saja.
Saat ini, perempuan harus mampu berjuang untuk diri sendiri, keluarga, anak-anak, dan juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Momentum Hari Kartini, lanjut Lina Latifa, SPd , seharusnya menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, ekonomi, dan sosial.
Ia berharap semakin banyak perempuan yang berani bermimpi dan mewujudkan cita-citanya demi masa depan yang lebih baik.(Lina)







