Penyuluhan Tanggap Bencana Desa Klampisan, Pemdes dan BPBD Ngawi Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga
Penyuluhan Tanggap Bencana Desa Klampisan, Pemdes dan BPBD Ngawi Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga
Ngawi , indonesia-jaya.com– Pemerintah Desa Klampisan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, menggelar kegiatan penyuluhan dan sosialisasi tanggap bencana skala lokal desa sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Klampisan, Suratno, bersama perangkat desa dan dihadiri oleh Kaur Keuangan Desa Klampisan, Yeti Suryaningsih, serta unsur Tiga Pilar yang terdiri dari pemerintah desa, aparat keamanan, dan unsur terkait lainnya. Jumat (10/7/2026)
Kegiatan juga mendapat dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi yang memberikan materi mengenai langkah-langkah penanganan bencana di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Suratno menyampaikan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor utama dalam meminimalisir dampak bencana. Menurutnya, desa harus memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan cepat dan tepat apabila terjadi keadaan darurat seperti banjir, angin kencang, kebakaran maupun gangguan hewan liar yang membahayakan warga.
“Kegiatan ini penting agar masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat. Dengan pengetahuan yang cukup, diharapkan warga tidak panik dan dapat membantu proses penanganan secara bersama-sama,” ujar Suratno.
Sementara itu, Kaur Keuangan Desa Klampisan, Yeti Suryaningsih, menegaskan bahwa pemerintah desa akan terus mendukung berbagai program peningkatan kapasitas masyarakat dalam bidang kebencanaan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan instansi terkait menjadi kunci keberhasilan dalam penanggulangan bencana.
Menariknya, di sela kegiatan sosialisasi tersebut, tim gabungan dari BPBD Ngawi bersama unsur Tiga Pilar dan perangkat desa menerima laporan adanya kemunculan seekor ular piton di lingkungan permukiman warga. Tim kemudian bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi demi menjaga keselamatan masyarakat.
Dengan menggunakan peralatan khusus, petugas akhirnya berhasil menangkap ular piton tersebut tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan.
Keberhasilan evakuasi ini menjadi contoh nyata pentingnya koordinasi antarinstansi dalam menangani kondisi darurat di lingkungan masyarakat.
Kegiatan penyuluhan dan simulasi penanganan bencana ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Klampisan untuk selalu waspada terhadap berbagai potensi ancaman bencana sekaligus memperkuat budaya gotong royong dalam menjaga keselamatan bersama.
Petugas BPBD memberikan materi mengenai pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, mulai dari cara melakukan evakuasi mandiri, pelaporan kejadian bencana, hingga pembentukan relawan siaga bencana di tingkat desa.
Sosialisasi tersebut mendapat antusiasme tinggi dari peserta karena materi yang diberikan sangat relevan dengan kondisi wilayah pedesaan yang memiliki berbagai potensi risiko bencana.
Di tengah kegiatan berlangsung, warga melaporkan adanya ular piton berukuran cukup besar yang terlihat di sekitar area permukiman.
Mendapat informasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Ngawi, Tiga Pilar, serta perangkat desa segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Proses evakuasi berlangsung dengan hati-hati mengingat ular piton memiliki tenaga yang cukup kuat dan dapat membahayakan warga apabila merasa terancam. Berkat pengalaman dan keterampilan petugas, ular tersebut akhirnya berhasil diamankan dan dievakuasi dari lingkungan pemukiman menuju lokasi yang lebih aman.
Kepala Desa Suratno mengapresiasi respon cepat dari seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa ini sekaligus menjadi pembelajaran langsung bagi masyarakat mengenai pentingnya koordinasi dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.
Kaur Keuangan Desa Klampisan, Yeti Suryaningsih, juga menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi semacam ini sangat diperlukan untuk menambah wawasan masyarakat mengenai kebencanaan dan keselamatan lingkungan.
“Kejadian penangkapan ular piton ini menjadi bukti bahwa ancaman di lingkungan tidak hanya berupa bencana alam, tetapi juga gangguan satwa liar yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Klampisan berharap masyarakat semakin peduli terhadap upaya mitigasi bencana dan tidak ragu untuk segera melapor kepada pemerintah desa maupun petugas terkait apabila menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar.(Lina/Adv)


