Nyadran Desa Gempol Ngawi Berlangsung Khidmat, Mahfud Agus Kades Gempol Tekankan Pelestarian Budaya dan Kerukunan

Ngawi , indonesia-jaya.com— Tradisi Nyadran yang digelar Pemerintah Desa Gempol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi pada 2 April 2026 lalu berlangsung khidmat dan penuh makna.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Gempol, Mahfud Agus Hariyadi, ini menjadi salah satu agenda tahunan yang senantiasa dinanti masyarakat sebagai bentuk pelestarian budaya leluhur.
Acara tersebut dihadiri oleh Camat Karangjati, Siswanto, jajaran Forkopimcam Kecamatan Karangjati, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para kepala desa se-Kecamatan Karangjati.
Kehadiran unsur pimpinan kecamatan dan aparat keamanan semakin memperkuat nilai kebersamaan serta sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Karangjati Siswanto menyampaikan bahwa Nyadran merupakan warisan budaya yang memiliki nilai spiritual, sosial, dan historis yang tinggi. Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi ini agar tetap lestari di tengah arus modernisasi yang terus berkembang. “Nyadran bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan, membangun kepedulian sosial, serta memperkuat jati diri masyarakat,” ujarnya.
Kepala Desa Gempol, Mahfud Agus H., juga menyampaikan bahwa kegiatan Nyadran merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah berjasa dalam membangun desa. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga serta meningkatkan semangat gotong royong.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke makam leluhur desa yang diikuti oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga. Selanjutnya dilakukan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan keselamatan yang diberikan kepada masyarakat Desa Gempol.
Tidak hanya itu, suasana kebersamaan semakin terasa saat digelarnya kenduri atau makan bersama. Warga membawa berbagai hidangan khas yang kemudian dinikmati bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur. Tradisi ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan sosial antarwarga tanpa memandang latar belakang.
Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang turut hadir juga memberikan pesan kepada masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Mereka mengajak warga agar tetap menjaga kerukunan serta saling menghormati satu sama lain demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
Para kepala desa se-Kecamatan Karangjati yang hadir juga mengapresiasi pelaksanaan Nyadran di Desa Gempol yang berjalan tertib, lancar, dan penuh kekeluargaan.
Mereka berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam menjaga tradisi sekaligus membangun kebersamaan masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan Nyadran ini, Desa Gempol kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal serta memperkuat nilai-nilai sosial di tengah masyarakat. Tradisi ini diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman.
Para kepala desa yang hadir juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Nyadran yang berjalan lancar dan penuh makna. Mereka menilai kegiatan ini tidak hanya memperkuat nilai budaya, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan terselenggaranya Nyadran ini, Desa Gempol menunjukkan bahwa tradisi budaya masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat modern. Diharapkan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat di Kecamatan Karangjati.(Lina/Adv)








