Emil Dardak Bersama Bupati Ngawi Resmi Buka POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026 di Ngawi, Ribuan Atlet Siap Tunjukkan Prestasi

Emil Dardak Resmi Buka POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026 di Ngawi, Ribuan Atlet Siap Tunjukkan Prestasi

NGAWI, Indonesia-jaya.com– Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., secara resmi membuka Opening Ceremony Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jawa Timur Tahun 2026. Kegiatan berlangsung meriah di Alun-Alun Merdeka Kabupaten Ngawi, Jumat malam (6/11/2026).

 

Mengusung tema “Berprestasi, Sportif, Inklusif untuk Jawa Timur Maju”, pembukaan ajang olahraga pelajar tingkat provinsi tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong lahirnya atlet-atlet muda berprestasi sekaligus memperkuat semangat sportivitas, persatuan, dan kesetaraan dalam dunia olahraga.

 

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Perwosi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., Wakil Bupati Ngawi Dr. Dwi Rianto Jatmiko, M.H., M.Si. atau yang akrab disapa Mas Antok, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ngawi.

 

Turut hadir Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur M. Hadi Wawan Guntoro, Ketua NPCI Jawa Timur Imam Kuncoro, serta sejumlah pejabat pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur.

 

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa penyelenggaraan POPDA dan PEPARPEDA merupakan agenda penting Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain sebagai ajang kompetisi olahraga, kegiatan ini menjadi wadah pembinaan untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit atlet unggul yang nantinya diharapkan mampu mengharumkan nama daerah maupun Indonesia di tingkat nasional dan internasional.

Menurut Emil, olahraga tidak hanya berbicara mengenai kemenangan dan perolehan medali, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter, kedisiplinan, ketangguhan, serta mental juara bagi generasi muda.

 

“Kita butuh generasi masa depan yang tangguh. Karena tantangan masa depan tidak mudah bagi bangsa dan negara kita. Kita juga tentu ingin mengembangkan olahraga kita, karena olahragalah yang juga menjadi salah satu kebanggaan bagi bangsa dan negara kita,” ungkap Emil.

 

Ia juga menegaskan bahwa semangat inklusivitas harus menjadi bagian penting dalam pembangunan olahraga di Jawa Timur. Kesempatan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan olahraga harus diberikan kepada seluruh generasi muda, termasuk penyandang disabilitas.

“Jawa Timur adalah milik kita semuanya, termasuk saudara-saudari kita yang memiliki kebutuhan khusus, penyandang disabilitas, difabel. Semuanya juga harus bisa menyalurkan bakatnya di bidang olahraga,” tegasnya.

 

Emil berharap melalui penyelenggaraan POPDA XV dan PEPARPEDA III, para atlet tidak hanya mampu menunjukkan kemampuan terbaik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kejujuran, persahabatan, dan sportivitas selama mengikuti pertandingan.

 

Ia juga mengapresiasi Kabupaten Ngawi yang dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan olahraga tingkat Provinsi Jawa Timur tersebut. Menurutnya, ajang ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah, mulai dari keindahan alam, destinasi wisata, kuliner, UMKM hingga produk kerajinan lokal.

 

“Mudah-mudahan Ngawi malam hari ini menjadi saksi bahwa olahraga adalah bagian yang sangat penting dalam mencetak jiwa insan Jawa Timur yang jaya luar biasa. Tujuan akhir kita yang terpenting adalah bertanding sekuat tenaga, menjadi kebanggaan dari kabupaten/kota masing-masing,” lanjutnya.

 

Sementara itu, Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono menyampaikan harapan agar Kabupaten Ngawi dapat memberikan pelayanan dan penyelenggaraan terbaik selama berlangsungnya POPDA XV dan PEPARPEDA III Jawa Timur 2026.

 

Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kabupaten Ngawi berkomitmen mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan sehingga mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

 

Ony berharap kehadiran ribuan atlet, pelatih, ofisial, dan pendamping dari berbagai daerah dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya sektor perhotelan, kuliner, transportasi, UMKM, serta pariwisata lokal.

 

Menurutnya, kepercayaan sebagai tuan rumah merupakan kesempatan berharga untuk memperkenalkan Kabupaten Ngawi sebagai daerah yang terbuka, ramah, dan memiliki potensi besar dalam mendukung perkembangan olahraga maupun sektor lainnya.

 

Pembukaan kegiatan diawali dengan penampilan Tari Kolosal bertajuk “Gelora Pahargyan” yang memukau para tamu undangan dan masyarakat yang memadati kawasan Alun-Alun Merdeka Ngawi.

 

Suasana semakin semarak dengan Parade Defile Maskot POPDA XV dan PEPARPEDA III Tahun 2026. Maskot yang ditampilkan bernama Bubu, terinspirasi dari satwa khas Kabupaten Ngawi yang berasal dari kawasan Taman Wisata Tawun, yakni Bulus Tawun.

 

Selanjutnya, parade defile 38 kontingen kabupaten/kota se-Jawa Timur turut menambah kemeriahan acara. Masing-masing kontingen tampil membawa identitas daerah dan semangat untuk meraih prestasi terbaik dalam kompetisi olahraga pelajar tersebut.

 

Puncak acara ditandai dengan penyalaan Api Kaldron oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, didampingi Ketua Perwosi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, perwakilan Forkopimda, Kepala Dispora Jawa Timur M. Hadi Wawan Guntoro, serta Ketua NPCI Jawa Timur Imam Kuncoro.

 

Penyalaan api kaldron tersebut menjadi simbol dimulainya secara resmi penyelenggaraan POPDA XV dan PEPARPEDA III Jawa Timur Tahun 2026.

 

Berdasarkan data kepesertaan, kegiatan ini melibatkan total 8.635 orang dari kabupaten/kota se-Jawa Timur yang terdiri dari atlet, pelatih, dan ofisial.

 

Untuk POPDA XV, terdapat 29 cabang olahraga yang diikuti 38 kontingen dengan jumlah 5.902 atlet serta 1.865 pelatih dan ofisial. Dengan demikian, total kepesertaan POPDA XV mencapai 7.767 orang.

 

Sementara itu, PEPARPEDA III mempertandingkan empat cabang olahraga yang diikuti 33 kontingen. Jumlah pesertanya terdiri dari 266 atlet serta 146 pelatih dan ofisial, dengan total 412 orang.

 

Selain itu, terdapat cabang olahraga eksebisi yang mempertandingkan tiga cabang olahraga dan diikuti 32 kontingen. Jumlah peserta terdiri dari 347 atlet serta 109 pelatih dan ofisial, sehingga total kepesertaannya mencapai 456 orang.

 

Penyelenggaraan POPDA XV dan PEPARPEDA III Jawa Timur 2026 berlangsung mulai 29 Oktober hingga 11 November 2026. Selain Kabupaten Ngawi sebagai pusat kegiatan dan lokasi pembukaan, sejumlah pertandingan juga didukung lokasi penyelenggaraan di Kota Surabaya, Kota Madiun, dan Kabupaten Magetan.

 

Melalui ajang ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap dapat memperkuat pembinaan olahraga sejak usia pelajar, meningkatkan kualitas atlet daerah, sekaligus membuka kesempatan yang sama bagi atlet disabilitas untuk berprestasi.

 

POPDA dan PEPARPEDA bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan medali, melainkan juga menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda yang sehat, disiplin, percaya diri, pantang menyerah, dan mampu menjunjung tinggi persaudaraan.

 

Dengan semangat sportivitas dan inklusivitas, Kabupaten Ngawi diharapkan menjadi bagian dari sejarah lahirnya atlet-atlet potensial Jawa Timur yang kelak mampu mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang olahraga.(Lina/Adv)