Dinkes Ngawi Gelar Pertemuan Implementasi SMILE Satu Sehat untuk Pencatatan Logistik BMHP Program Cek Kesehatan Gratis
Dinkes Ngawi Gelar Pertemuan Implementasi SMILE Satu Sehat untuk Pencatatan Logistik BMHP Program Cek Kesehatan Gratis
NGAWI , indonesia-jaya.com– Dalam upaya mendukung kelancaran pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta meningkatkan kualitas tata kelola logistik kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Implementasi SMILE Satu Sehat dalam Pencatatan Logistik Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) CKG.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para pengelola program dan petugas kesehatan yang terlibat dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Ngawi. Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai implementasi aplikasi SMILE Satu Sehat dalam pencatatan dan pengelolaan logistik Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) yang digunakan dalam pelaksanaan program CKG.
Melalui penerapan sistem digital yang terintegrasi, diharapkan proses pencatatan logistik dapat dilakukan secara lebih tertib, akurat, transparan, serta terhubung dengan sistem kesehatan nasional. Pengelolaan logistik yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menjamin ketersediaan bahan medis dan mendukung pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, dr. Heri Nurfahrudin, M.MKes., menyampaikan bahwa transformasi digital di bidang kesehatan merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan. Menurutnya, penggunaan aplikasi SMILE Satu Sehat tidak hanya mempermudah proses pencatatan, tetapi juga membantu proses monitoring dan evaluasi kebutuhan logistik secara real time.
“Dengan implementasi SMILE Satu Sehat, pengelolaan logistik BMHP pada Program Cek Kesehatan Gratis diharapkan semakin tertib, akurat, dan terintegrasi sehingga kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dapat terpenuhi secara tepat waktu dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi juga menghadirkan narasumber dari United Nations Development Programme (UNDP) yang memberikan penguatan terkait implementasi sistem serta pemenuhan kebutuhan logistik dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis. Kehadiran UNDP menjadi bagian dari dukungan terhadap transformasi sistem kesehatan yang lebih modern dan berbasis data.
Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur turut memberikan penguatan dan pendampingan terkait implementasi aplikasi SMILE Satu Sehat, khususnya dalam memastikan proses perencanaan, distribusi, hingga pelaporan logistik BMHP dapat berjalan sesuai standar dan kebutuhan di lapangan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, dr. Agus Priyambodo, menambahkan bahwa keberhasilan Program Cek Kesehatan Gratis tidak hanya ditentukan oleh kesiapan tenaga kesehatan, tetapi juga oleh sistem pendukung yang baik, termasuk pengelolaan logistik yang efektif dan efisien.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu memahami alur penggunaan aplikasi SMILE Satu Sehat serta dapat menerapkannya secara optimal di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan demikian, setiap kebutuhan bahan medis habis pakai dalam pelaksanaan CKG dapat terpantau dengan baik dan risiko kekurangan logistik dapat diminimalkan.
Program Cek Kesehatan Gratis sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan preventif dan deteksi dini berbagai penyakit. Oleh karena itu, dukungan tata kelola logistik yang efektif menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan program tersebut.
Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi optimistis bahwa melalui sinergi antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, serta dukungan dari UNDP, pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis dapat berjalan semakin optimal, didukung sistem pencatatan logistik yang modern dan terintegrasi, sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Ngawi.(Lina/Adv)


