Berlangsung Meriah, Kadikbud Ngawi Kabul Tunggal Winarno, S.IP “Pagelaran Budaya Selama Sepekan Perkuat Pelestarian Tradisi dan Identitas Daerah” 

Pagelaran Wayang Ki Dalang Sigit Ariyanto dengan lakon “Ontoseno Krido

Ngawi , Indonesia-Jaya.com– Pemerintah Kabupaten Ngawi sukses menyelenggarakan rangkaian Pagelaran Budaya dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 yang berlangsung sejak awal Juli hingga puncaknya pada 17 Juli 2026. Mengusung tema “Semakin Tumbuh Berdaya dan Tetap Berbudaya”, peringatan tahun ini tidak hanya menjadi ajang perayaan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya, penguatan jati diri masyarakat, serta sarana edukasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai warisan budaya Nusantara. Jumat (17/7/2026)

 

Berbagai agenda budaya disusun secara berkesinambungan dengan melibatkan seniman, budayawan, pelajar, komunitas budaya, TNI-Polri, organisasi perangkat daerah, hingga masyarakat umum. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya setiap kegiatan yang digelar di Pendopo Wedya Graha, Alun-Alun Merdeka Ngawi, hingga Gedung Kesenian Kabupaten Ngawi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Kabul Tunggal Winarno, S.IP Bersama Wabup Dr.Dwi RiyantO Jatmiko, MH,MSi Di Gedung Kesenian Pagelaran Tosan Aji

Rangkaian kegiatan diawali pada 2 Juli 2026 melalui ziarah leluhur, sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri Kabupaten Ngawi dan tokoh-tokoh yang telah berjasa membangun daerah. Ziarah tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah sekaligus pengingat agar nilai perjuangan para pendahulu terus diwariskan kepada generasi penerus.

Selanjutnya pada 6 Juli malam, digelar tirakatan dan kirab pusaka yang menghadirkan pusaka Kanjeng Kyai Parikesit. Kirab pusaka menjadi salah satu tradisi sakral yang sarat makna filosofis mengenai kepemimpinan, kebijaksanaan, persatuan, dan semangat menjaga keluhuran budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

 

Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 dilaksanakan pada 7 Juli 2026 melalui upacara resmi yang dipimpin oleh Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., dihadiri Wakil Bupati Dr. Dwi Rianto Jatmiko, M.H., M.Si., Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Mokh. Sodiq Triwidiyanto, M.Si., , Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo SP) Drs. Mahmud Rosadi ,Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Ngawi adalah Kabul Tunggul Winarno, S.IP Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi saat ini dijabat oleh Wiwien Purwaningsih, S.Sos juga semua OPD dan jajaran Forkopimda .

Bupati Ngawi H.Ony Anwar Harsono,ST,MH,Wabup Dr.Dwi Riyanto Jatmiko,MH,MSi dan Sekda Drs.Moch Sodiq Triwidianto,Msi Saat Di Gedung Kesenian Pagelaran Tosan Aji

Suasana semakin meriah dengan hiburan rakyat yang dipersembahkan Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama panitia, didukung oleh Polres Ngawi dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, menghadirkan penyanyi populer Denny Caknan yang berhasil menarik ribuan masyarakat dari berbagai daerah.

 

Memasuki pertengahan Juli, kemeriahan budaya terus berlanjut. Pada 15 Juli, masyarakat disuguhi Parade Tari Tradisional, Pagelaran Kerawitan, serta Ketoprak yang menampilkan berbagai kelompok seni dari Kabupaten Ngawi. Penampilan para seniman lokal tersebut mendapat sambutan hangat karena berhasil menghadirkan kekayaan seni tradisional Jawa yang tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

 

Kemudian pada 16 Juli, suasana semakin semarak melalui Pagelaran Reog Ponorogo yang dipadukan dengan kolaborasi Wayang dan Ketoprak.

 

Kolaborasi lintas seni tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena mampu menyatukan unsur tari, musik gamelan, seni peran, hingga pewayangan dalam satu panggung pertunjukan yang memukau ribuan penonton. Pertunjukan ini sekaligus menunjukkan bahwa budaya tradisional dapat terus berkembang melalui inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai aslinya.

 

Sebagai penutup seluruh rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668, pada 17 Juli 2026 digelar Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk oleh Ki Dalang Sigit Ariyanto dengan lakon “Ontoseno Krido”. Lakon tersebut mengandung pesan moral tentang perjuangan, keberanian, kejujuran, keselamatan, serta pentingnya menjaga amanah dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Nilai-nilai tersebut dinilai masih sangat relevan dalam mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan karakter dan budaya.

Tidak hanya pertunjukan seni, kawasan Pendopo Kabupaten Ngawi dan Gedung Kesenian juga dipenuhi masyarakat yang mengunjungi Pameran Tosan Aji dan Keris. Berbagai koleksi keris, tombak, serta pusaka bersejarah dipamerkan sebagai bentuk pelestarian benda cagar budaya sekaligus media edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar memahami filosofi dan sejarah yang terkandung dalam setiap pusaka.

 

Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H. menegaskan bahwa Hari Jadi Kabupaten Ngawi bukan hanya seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum memperkuat semangat pembangunan yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya.

 

Menurutnya, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter masyarakat agar kemajuan daerah memiliki pondasi yang kuat.

 

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Ngawi terus menjalankan berbagai program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberian beasiswa bagi pelajar berprestasi, pembangunan infrastruktur, hingga menciptakan iklim investasi yang mampu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Menurut Bupati, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga budaya, etika, gotong royong, serta nilai-nilai luhur yang telah menjadi identitas Kabupaten Ngawi sejak dahulu.

 

Ketua Harian Panitia Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 yang juga Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ngawi, Kusumahadi Widjajanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan tidak lepas dari sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, OPD, komunitas seni, pelaku budaya, serta masyarakat yang bersama-sama menjaga kelancaran dan keamanan selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Kabul Tunggal Winarno, S.IP mengatakan bahwa berbagai kegiatan budaya seperti kirab pusaka, pameran tosan aji, parade tari, kerawitan, ketoprak, reog, hingga wayang kulit merupakan sarana pembelajaran sejarah yang efektif. Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya daerahnya sendiri.

 

Dengan berakhirnya pagelaran wayang kulit oleh Ki Sigit Ariyanto, rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 resmi ditutup. Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap semangat “Semakin Tumbuh Berdaya dan Tetap Berbudaya” tidak berhenti sebagai slogan semata, melainkan menjadi komitmen bersama dalam membangun daerah yang maju, sejahtera, berdaya saing, serta tetap kokoh menjaga warisan budaya sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Ngawi.(Lina/Adv)