Api Belum Padam Sepenuhnya, Polisi Ngawi dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan dan Patroli Karhutla di Gunung Botak Diperkuat

Api Belum Padam Sepenuhnya, Polisi Ngawi dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan dan Patroli Karhutla di Gunung Botak Diperkuat

 

Ngawi — Polsek Sine Polres Ngawi bersama TNI, Perhutani, BPBD, relawan dan masyarakat terus melakukan patroli, pemantauan serta upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan produksi tanaman pinus BKPH Lawu Utara, Gunung Botak, Petak 2A1 dan 2A2 RPH Salam, Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi.

 

Kebakaran yang diketahui pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, hingga kini, Rabu (30/9/2026) belum padam sepenuhnya. Api sempat membesar dan merambat ke arah atas Gunung Botak.

 

Petugas bersama masyarakat langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pemadaman, serta tetap melakukan patroli karhutla agar api tidak membesar.

 

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sine AKP Heri Riyanto, mengatakan penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan patroli dan pemantauan untuk mencegah api kembali meluas.

 

“Api belum padam sepenuhnya. Titik api utama sudah berhasil dikendalikan, namun masih terdapat kepulan asap dari batang pohon pinus. Karena itu, personel bersama tim gabungan terus melakukan pemantauan, patroli dan upaya pemadaman agar api tidak kembali membesar dan meluas,” ujar AKP Heri Riyanto

 

Hasil pendataan sementara, lahan tanaman pinus yang terbakar mencapai sekitar 2 hektare di Petak 2A1 dan sekitar 3 hektare di Petak 2A2 RPH Salam. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

 

Petugas gabungan masih bersiaga di sekitar lokasi untuk melakukan penyisiran dan memastikan tidak ada titik api baru. Upaya pendinginan juga dilakukan pada area yang masih mengeluarkan asap.

 

Kapolsek Sine mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kawasan hutan dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api, asap, maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

 

“Patroli akan terus kami tingkatkan, khususnya di kawasan yang rawan terjadi karhutla. Penanganan tidak berhenti setelah api terlihat mengecil, tetapi terus dilakukan sampai kondisi benar-benar aman,” tegasnya.