Dinkes Ngawi Berikan Edukasi Bahaya NAPZA di SMKN 1 Bringin, Bekali Peserta MPLS Wujudkan Generasi Sehat dan Berprestasi
Dinkes Ngawi Berikan Edukasi Bahaya NAPZA di SMKN 1 Bringin, Bekali Peserta MPLS Wujudkan Generasi Sehat dan Berprestasi
Ngawi , indonesia-jaya.com– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi terus mengintensifkan upaya promotif dan preventif di kalangan remaja melalui edukasi bahaya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMKN 1 Bringin, sebagai bagian dari pembentukan karakter sekaligus peningkatan pengetahuan peserta didik dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, dr. Heri Nurfahrudin, M.MKes., bersama Sekretaris Dinas Kesehatan Agus Priyambodo, S.KM, M.MKes., mendukung berbagai kegiatan edukasi kesehatan di lingkungan sekolah sebagai langkah strategis untuk menciptakan generasi muda yang sehat, produktif, dan memiliki daya saing.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa MPLS bukan sekadar ajang memperkenalkan lingkungan sekolah, tata tertib, maupun budaya belajar di sekolah baru. Lebih dari itu, MPLS menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta membekali peserta didik dengan pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa depan.

Salah satu materi utama yang diberikan adalah edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA. Para peserta didik diajak memahami pengertian narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, mengenali berbagai bentuk penyalahgunaan, serta dampak buruk yang dapat ditimbulkan terhadap kesehatan fisik, mental, kehidupan sosial, hingga masa depan seseorang.
Dalam penyampaian materi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai modus yang sering digunakan untuk menjerat remaja agar terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Melalui pendekatan yang komunikatif dan interaktif, para siswa diajak belajar cara menolak ajakan yang berisiko, berani mengatakan tidak terhadap penyalahgunaan NAPZA, serta memilih lingkungan pergaulan yang positif.
Selain memberikan pengetahuan, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan merupakan investasi penting untuk meraih cita-cita. Para siswa didorong agar mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat dengan mengajak teman sebaya untuk menjalani pola hidup sehat dan menjauhi berbagai perilaku berisiko.
Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi menilai bahwa pencegahan penyalahgunaan NAPZA harus dilakukan sejak dini melalui kolaborasi antara sekolah, tenaga kesehatan, orang tua, dan masyarakat. Dengan sinergi tersebut diharapkan tercipta lingkungan belajar yang aman, sehat, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik.
Semangat yang diusung dalam kegiatan ini adalah membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, mampu mengambil keputusan yang benar, serta memiliki komitmen untuk menjaga kesehatan diri.
Pesan yang disampaikan kepada seluruh peserta MPLS pun sangat jelas, yaitu “Generasi hebat adalah generasi yang berani berkata tidak pada NAPZA dan berkata ya pada masa depan yang cerah.” Pesan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus belajar, berprestasi, serta menjadikan gaya hidup sehat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Melalui edukasi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi berharap para peserta didik SMKN 1 Bringin mampu menjadi generasi penerus yang sehat, cerdas, berkarakter, bebas dari penyalahgunaan NAPZA, serta siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa di masa mendatang.(Lina/Adv)


