Diskominfo SP Ngawi Drs. Mahmud Rosadi Sukses Adakan Pagelaran Wayang Kulit dengan Ki Dalang Sigit Ariyanto dengan lakon “Ontoseno Krido”  Jadi Media Pelestarian Tradisi dan Informasi Publik di HUT Ngawi Ke-668

Pagelaran Wayang Kulit dengan Ki Dalang Sigit Ariyanto dengan lakon “Ontoseno Krido”  Jadi Media Pelestarian Tradisi dan Informasi Publik di HUT Ngawi Ke-668

Ngawi, indonesia-jaya.com– Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Ngawi turut berperan aktif dalam menyukseskan publikasi rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 yang berlangsung sejak 29 Juni hingga 17 Juli 2026. Melalui penyebarluasan informasi secara cepat, akurat, dan berkelanjutan, masyarakat dapat mengikuti setiap tahapan kegiatan yang mengusung tema “Semakin Tumbuh Berdaya dan Tetap Berbudaya.”

 

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Ngawi Drs. Mahmud Rosadi mengatakan bahwa penyebaran informasi mengenai seluruh rangkaian Hari Jadi menjadi bagian penting dalam mendukung keterbukaan informasi publik sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Kabupaten Ngawi kepada masyarakat luas. Melalui berbagai platform komunikasi pemerintah, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai jadwal kegiatan, makna setiap prosesi budaya, hingga dokumentasi pelaksanaannya.

 

Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 diawali pada 29 Juni 2026 dengan prosesi Ganti Langse, sebagai tradisi sakral penggantian kain penutup pusaka yang memiliki makna penyucian sekaligus penghormatan terhadap warisan budaya leluhur. Kegiatan tersebut menjadi simbol pelestarian nilai-nilai budaya yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Ngawi Drs. Mahmud Rosadi mengahadiri Pagelaran Wayang Kulit 

Selanjutnya pada 1 Juli 2026 dilaksanakan prosesi Boyong Pusaka, yaitu pemindahan pusaka menuju lokasi penyimpanan maupun prosesi berikutnya sebagai bagian dari rangkaian adat Hari Jadi Kabupaten Ngawi. Tradisi tersebut menjadi pengingat akan perjalanan sejarah daerah serta pentingnya menjaga warisan budaya sebagai identitas masyarakat Ngawi.

 

Pada 2 Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama Forkopimda, tokoh masyarakat, dan berbagai unsur lainnya melaksanakan ziarah ke makam para leluhur. Kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para pendiri Kabupaten Ngawi dan tokoh-tokoh yang telah berjasa dalam membangun daerah. Selain menjadi tradisi tahunan, ziarah juga mengajarkan nilai penghormatan terhadap sejarah serta perjuangan para pendahulu.

 

Rangkaian budaya kembali berlanjut pada 4 Juli 2026 melalui Kamasan dan Kirab Pusaka yang berlangsung khidmat. Prosesi kirab menghadirkan berbagai pusaka daerah yang diarak dengan iringan prajurit, kesenian tradisional, serta masyarakat yang mengenakan busana adat Jawa. Ribuan warga memadati sepanjang jalur kirab untuk menyaksikan tradisi yang telah menjadi ikon peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi.

Bupati Ngawi, Wabup, Sekda, Kepala Diskominfo,kepala DPMPTSP, Kapala Dikbud Ngawi semua OPD dan Forkopimda saat menghadiri Wayang Kulit 

Suasana penuh kekhidmatan kembali terasa pada 6 Juli malam saat digelar malam tirakatan. Kegiatan ini menjadi momentum doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan Kabupaten Ngawi sekaligus memohon keselamatan, kemajuan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

 

Puncak Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 dilaksanakan pada 7 Juli 2026 melalui upacara resmi yang dipimpin Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H. dan dihadiri Wakil Bupati Dr. Dwi Rianto Jatmiko, M.H., M.Si., Sekretaris Daerah Drs. Mokh. Sodiq Triwidiyanto, M.Si., Kepala Diskominfo SP Drs. Mahmud Rosadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabul Tunggal Winarno, S.IP, Kepala Disparpora Wiwien Purwaningsih, S.Sos., jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.

 

Kemeriahan berlanjut pada 11 Juli 2026 melalui Pesta Rakyat yang menghadirkan hiburan untuk masyarakat. Ribuan warga memadati lokasi acara untuk menikmati berbagai pertunjukan seni dan hiburan sebagai wujud rasa syukur atas bertambahnya usia Kabupaten Ngawi.

 

Selama 14 hingga 16 Juli 2026, kawasan Pendopo Kabupaten Ngawi dan Gedung Kesenian dipenuhi pengunjung yang menghadiri Pameran dan Bursa Pusaka. Berbagai koleksi keris, tombak, tosan aji, dan benda-benda pusaka dipamerkan sebagai media edukasi sejarah sekaligus upaya pelestarian budaya kepada generasi muda.

 

Pada 15 Juli, masyarakat disuguhi pagelaran budaya Ketoprak yang menampilkan kisah-kisah bernilai moral dan sejarah. Pentas tersebut mendapat apresiasi karena mampu menghidupkan kembali seni pertunjukan tradisional yang sarat pesan kehidupan.

 

Kemudian pada 16 Juli, kemeriahan semakin terasa melalui kolaborasi Ketoprak dan Reog yang memadukan seni tari, musik gamelan, seni peran, dan atraksi Reog dalam satu panggung budaya. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa seni tradisional tetap mampu berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai-nilai aslinya.

 

Sebagai penutup rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668, pada 17 Juli 2026 digelar pagelaran Wayang Kulit Ngawi semalam suntuk oleh Ki Dalang Sigit Ariyanto dengan lakon “Ontoseno Krido.” Pertunjukan wayang tersebut menyampaikan pesan moral mengenai perjuangan, kejujuran, keberanian, serta pentingnya menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H. menegaskan bahwa Hari Jadi Kabupaten Ngawi bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi menjadi momentum memperkuat pembangunan yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya. Menurutnya, kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian tradisi agar identitas Kabupaten Ngawi tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Kabul Tunggal Winarno, S.IP, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pagelaran budaya menjadi media pembelajaran sejarah yang efektif bagi generasi muda. Melalui kirab pusaka, ketoprak, reog, wayang kulit, hingga pameran tosan aji, masyarakat diajak memahami sekaligus mencintai warisan budaya daerah.

 

Kepala Diskominfo SP Kabupaten Ngawi Drs. Mahmud Rosadi menambahkan bahwa dokumentasi dan publikasi seluruh rangkaian kegiatan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan informasi yang terbuka, akurat, dan mudah diakses masyarakat. Selain memperkuat transparansi penyelenggaraan pemerintahan, publikasi tersebut juga menjadi sarana promosi budaya Kabupaten Ngawi agar semakin dikenal di tingkat regional maupun nasional.

 

Dengan berakhirnya pagelaran Wayang Kulit Ngawi pada 17 Juli 2026, seluruh rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 resmi ditutup. Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap semangat “Semakin Tumbuh Berdaya dan Tetap Berbudaya” terus diwujudkan melalui pembangunan yang berkelanjutan, pelestarian budaya, serta sinergi seluruh elemen masyarakat dalam membawa Kabupaten Ngawi menjadi daerah yang semakin maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya luhur.(Lina/Adv)