RSUD dr.Sayidiman Magetan Tambah Alat Holter Monitoring, Tingkatkan Deteksi Dini Gangguan Irama Jantung

dr.Much Muzakky,SP,JP Dokter Spesialis Jantung di Poli Jantung di RSUD dr.Sayidiman Magetan Tambah Alat Holter Monitoring

MAGETAN, indonesia-jaya.com– Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jantung terus dilakukan RSUD dr. Sayidiman Magetan. Melalui Direktur RSUD dr. Sayidiman Magetan, pelayanan di Poli Jantung kini diperkuat dengan penambahan alat Holter ECG Monitoring, serta penguatan fasilitas pemeriksaan treadmill test dan ekokardiografi (ECHO) untuk membantu diagnosis berbagai penyakit jantung secara lebih akurat.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD dr. Sayidiman Magetan, dr. Much Muzakky, Sp.JP, menjelaskan bahwa kehadiran alat Holter Monitoring merupakan langkah penting dalam mendeteksi gangguan kelistrikan jantung yang sering kali tidak dapat diketahui melalui pemeriksaan EKG biasa.

Menurutnya, tidak sedikit pasien yang datang ke rumah sakit dengan keluhan seperti berdebar-debar, nyeri dada, pusing mendadak, keluar keringat dingin hingga pingsan. Namun ketika dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, irama jantung sudah kembali normal sehingga penyebab sebenarnya sulit diketahui.

Holter Monitoring Alat Pendeteksi aktifitas listrik jantung 

“Melalui Holter Monitoring, aktivitas listrik jantung dapat direkam selama 24 jam secara terus-menerus. Dengan demikian, gangguan irama jantung yang muncul sewaktu-waktu dapat diketahui, meskipun saat pasien datang ke rumah sakit kondisinya sudah normal,” jelas dr. Much Muzakky.

Ia menerangkan, alat tersebut sangat bermanfaat untuk mengetahui apakah kelainan irama jantung yang dialami pasien bersifat ringan atau justru berpotensi membahayakan jiwa. Pemeriksaan ini juga membantu dokter menentukan langkah penanganan berikutnya, apakah cukup dengan pemberian obat, tindakan medis tertentu, atau perlu dirujuk ke rumah sakit tipe A apabila memerlukan tindakan lanjutan seperti ablasi atau pemasangan alat pacu jantung.

Selain itu, Holter Monitoring juga berguna bagi pasien yang mengalami keluhan saat beraktivitas, misalnya ketika berolahraga seperti bermain badminton, tetapi saat diperiksa di IGD hasil EKG sudah kembali normal. Dengan alat ini, riwayat gangguan irama jantung selama aktivitas dapat direkam secara lengkap.

Cara penggunaan Holter Monitoring pun cukup sederhana. Alat dipasang pada dada pasien menggunakan beberapa kabel elektroda yang dihubungkan ke alat perekam kecil yang diikatkan pada sabuk. Setelah pemasangan, pasien diperbolehkan pulang dan menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa selama 24 jam, dengan catatan alat tidak boleh terkena air sehingga pasien diminta tidak mandi selama masa pemeriksaan.

Selama menggunakan alat tersebut, pasien juga diminta mencatat setiap aktivitas dan waktu munculnya keluhan, seperti dada berdebar, nyeri dada, pusing, atau sesak napas. Data tersebut kemudian dicocokkan dengan hasil rekaman irama jantung yang tersimpan dalam perangkat lunak komputer sehingga dokter dapat mengetahui hubungan antara keluhan pasien dengan gangguan irama jantung yang terjadi.

dr. Much Muzakky menambahkan bahwa pemeriksaan Holter sangat membantu dalam mendeteksi kelainan yang tidak muncul saat pemeriksaan EKG biasa. Sebab, EKG hanya merekam kondisi jantung dalam beberapa detik ketika pasien diperiksa, sedangkan gangguan irama jantung sering kali muncul secara tidak menentu.

Selain faktor bawaan, gangguan kelistrikan jantung juga dapat dipicu oleh kebiasaan merokok, konsumsi kopi atau kafein berlebihan, diabetes melitus, hipertensi, hingga penyakit jantung koroner. Oleh karena itu, pemeriksaan Holter juga menjadi bagian penting dalam skrining pasien yang memiliki faktor risiko penyakit jantung.

Dengan bertambahnya fasilitas Holter ECG Monitoring, treadmill test, dan pemeriksaan ECHO, RSUD dr. Sayidiman Magetan berharap masyarakat Magetan dan sekitarnya dapat memperoleh pelayanan jantung yang semakin lengkap tanpa harus langsung dirujuk ke luar daerah. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu mempercepat diagnosis, meningkatkan ketepatan terapi, serta mencegah risiko komplikasi maupun kematian mendadak akibat gangguan irama jantung yang tidak terdeteksi sejak dini.(Kurnia/Adv)