DKPP Ngawi Adakan Bazar Murah UMKM “Gerakan Pangan Murah” Sambut Natal dan Tahun Baru, Upaya Kendalikan Inflasi dan Ringankan Beban Masyarakat

Ngawi , indonesia-jaya.com-Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 pemerintah daerah Kabupaten Ngawi Melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Supardi, SE., M.Si, Bersama Dwi Rahayu Puspitaningrum, S.Hut., M.Si, selaku Kabid Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan bersama pelaku UMKM menggelar kegiatan Bazar Murah Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari warga yang memadati lokasi bazar sejak pagi hari, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan pangan murah menjelang hari besar keagamaan dan akhir tahun.
Bazar murah ini digelar sebagai respons atas kenaikan harga beberapa bahan pokok yang mulai melambung dalam beberapa pekan terakhir. Komoditas seperti beras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, telur, cabai rawit, serta bahan pangan sumber protein seperti ikan, ayam, dan lele mengalami peningkatan harga akibat tingginya permintaan jelang akhir tahun.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Supardi, SE., M.Si, melalui Dwi Rahayu Puspitaningrum, S.Hut., M.Si, selaku Kabid Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, turut hadir sekaligus membuka pelaksanaan pasar murah yang digelar di Serong Timur Alun-Alun Ngawi pada Kamis (11/12/2025) pukul 06.00–09.00 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, Dwi Rahayu Puspitaningrum, S.Hut., M.Si, selaku Kabid Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan menegaskan bahwa pasar murah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung stabilisasi harga dan memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan pasar murah ini akan diadakan secara rutin setiap hari Jumat sebagai langkah berkelanjutan untuk menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga pangan, sekaligus mengantisipasi gejolak harga yang kerap terjadi pada hari-hari besar keagamaan dan akhir tahun.
Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah bekerja sama dengan UMKM lokal, distributor, serta pelaku pasar untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga subsidi. Warga dapat membeli beras, minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, hingga ikan, ayam, dan lele dengan harga di bawah pasaran. Sejumlah stan UMKM juga menampilkan produk olahan pangan dan kebutuhan rumah tangga lainnya yang turut menarik perhatian pengunjung.
Menurutnya, program ini tidak hanya ditujukan untuk menekan laju inflasi daerah, tetapi juga sebagai ruang bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan. “Kami berharap masyarakat merasakan langsung manfaatnya, sekaligus pelaku UMKM dapat semakin berkembang. GPM menjadi langkah nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas harga jelang Nataru,” ujar salah satu koordinator kegiatan.
Salah seorang warga dari semen menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya bazar murah ini. “Harga-harga di pasar naik menjelang Natal. Dengan adanya bazar ini, kami bisa membeli kebutuhan pokok lebih murah. Sangat membantu, terutama bagi keluarga berpenghasilan menengah ke bawah,” ucapnya.
Gerakan Pangan Murah rencananya tahun depan akan terus digelar dengan harapan dapat memastikan ketersediaan bahan pokok terjangkau, menjaga stabilitas perekonomian daerah, serta mendukung kelancaran perayaan akhir tahun masyarakat juga tahun baru.
Sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah melalui peningkatan distribusi dan kemudahan akses masyarakat terhadap bahan pokok, dengan harapan dapat memastikan ketersediaan bahan pokok terjangkau, menjaga stabilitas perekonomian daerah,pungkasnya.(Lina/Adv)







