MoU SMK PGRI 1 Ngawi dan UTY Dorong Transformasi Pendidikan Vokasi di Era Industri Harap Wabup Ngawi

MoU SMK PGRI 1 Ngawi dan UTY Dorong Transformasi Pendidikan Vokasi di Era Industri Harap Wabup Ngawi

Ngawi,indonesia-jaya.com-16 Juli 2025 — SMK PGRI 1 Ngawi resmi menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) dalam rangka mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi. Penandatanganan MoU yang berlangsung dalam forum Focus Group Discussion (FGD) ini menjadi tonggak penting dalam penguatan sinergi pendidikan dan industri di Kabupaten Ngawi.

 

Acara ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Wakil Bupati Ngawi Dr. Dwi Rianto Jatmiko, SH, MH, Rektor UTY Bambang Moertono, Kepala Dinas Pendidikan, tokoh industri, dan mitra pendidikan dari berbagai sektor.

 

Dalam pidatonya, Wakil Bupati menekankan bahwa pendidikan harus menjadi motor utama dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan dan transformasi ekonomi. Ia menyebut bahwa investasi daerah yang mencapai Rp1,8 triliun di tahun 2024 harus disambut dengan kesiapan tenaga kerja lokal yang terampil.

 

“Kita harus merancang ulang arah pembangunan, dan itu harus dimulai dari penguatan kualitas SDM. Pendidikan vokasi seperti di SMK PGRI 1 ini punya peran strategis,” ujar Dwi Rianto.

 

Rektor UTY menyampaikan bahwa kampusnya telah lama mengembangkan pendekatan pembelajaran yang selaras dengan program Kampus Merdeka, dengan fokus pada kompetensi industri dan kewirausahaan. Ia memastikan bahwa UTY siap menjadi mitra pendamping yang aktif sejak siswa menempuh pendidikan hingga memasuki dunia kerja.

 

Sementara itu, Kepala SMK PGRI 1 Ngawi, Farid Samsul Hadi, berharap bahwa kerja sama ini membuka jalan bagi lulusan SMK untuk tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.

 

“SMK harus bisa mencetak lulusan yang visioner dan berdaya saing. Kami ingin mereka menjadi bagian dari pembangunan daerah, bukan hanya sebagai tenaga teknis, tapi juga pemimpin di sektor industri,” jelasnya.

 

FGD yang berlangsung interaktif ini menggarisbawahi pentingnya model kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, dan industri dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang responsif terhadap perubahan zaman. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong SMK di wilayah Ngawi untuk bertransformasi menuju pusat keunggulan vokasi.(lina/Adv)