Peringati Hakordia 2025, Bupati Magetan Ikuti Seminar Nasional Perempuan Antikorupsi di Yogyakarta

Yogyakarta, indonesia-jaya. Com— Dalam rangka menyambut Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2025, Bupati Magetan turut menghadiri Seminar Nasional Perempuan Antikorupsi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat. Acara berlangsung di Aula Pracimasana, Kompleks Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin siang (8/12).
Dengan mengusung tema “Integritas Perempuan Sebagai Penyelenggara Negara dalam Melawan Korupsi”, seminar ini diikuti oleh ratusan perempuan penyelenggara negara dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari anggota legislatif hingga kepala daerah perempuan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifah Fauzi, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi besar yang menempatkan perempuan sebagai pilar penting dalam gerakan antikorupsi nasional. Ia menyambungkan bahwa semangat Hakordia selaras dengan peringatan Hari Ibu ke-97, yang sama-sama menekankan keberanian moral serta dedikasi perempuan dalam membangun bangsa.
Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani dalam sambutan virtualnya menegaskan bahwa korupsi merupakan ancaman serius bagi keberlangsungan masa depan Indonesia. “Hari Antikorupsi adalah ajakan untuk menyatukan aksi, bukan sekadar seremonial,” tegasnya.
Ketua KPK RI, Setyo Budiyanto, membuka acara dengan pesan bahwa perempuan memiliki pengaruh kuat dalam kultur antikorupsi. “Kita berharap seminar ini menjadi tonggak bagi perempuan penyelenggara negara untuk memberi dampak nyata dalam pemberantasan korupsi,” ujarnya.
Kehadiran Bupati Magetan dalam acara-acara tersebut menunjukkan komitmen daerah untuk memperkuat gerakan antikorupsi melalui pemberdayaan perempuan, sekaligus mempertegas peran strategis perempuan dalam tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan bahwa korupsi adalah musuh besar yang harus dilawan dengan kesatuan langkah. Ia berharap momentum Hakordia tidak berhenti pada peringatan, tetapi menjadi gerakan nasional yang konsisten.
Ketua KPK RI, Setyo Budiyanto, dalam pembukaan acara menyatakan bahwa perempuan memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dalam penguatan budaya antikorupsi. “Kami yakin perempuan mampu menjadi penggerak utama dalam mewujudkan tata pemerintahan yang bersih,” ujarnya.
Sebagai bagian dari peserta seminar, Bupati Magetan menunjukkan dukungan penuh terhadap agenda nasional pemberantasan korupsi. Kehadirannya menjadi simbol komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat integritas, khususnya melalui peran penting perempuan dalam birokrasi. (Lina)






