PAMSIMAS 2025 Terus Dijalankan, Dinas Perkim Ngawi Dorong Akses Air Bersih dan Ekonomi Desa

Ngawi ,indonesia-jaya.com— Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) tahun 2025 terus dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Ngawi. Program ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam memperluas akses air minum layak dan sanitasi aman di wilayah perdesaan, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Ngawi, Maftuh Affandi, S.T., M.H., melalui Kepala Bidang Kawasan Perumahan, Pipit Dwi Herlina, S.T., M.Eng., menyampaikan bahwa pelaksanaan program PAMSIMAS 2025 di Kabupaten Ngawi merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur dasar.
“Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan air bersih dan sanitasi, tetapi juga menggerakkan partisipasi aktif masyarakat desa dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengelolaan sarana yang dibangun. Tujuannya agar masyarakat menjadi lebih mandiri dan berdaya,” jelas Pipit Dwi Herlina.

Affandi, S.T., M.H. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Ngawi
Fokus Utama PAMSIMAS 2025
Menurutnya, PAMSIMAS 2025 memiliki empat fokus utama:
Memperluas akses air minum bagi masyarakat perdesaan agar lebih mudah mendapatkan air bersih berkualitas.
Meningkatkan sanitasi layak dan aman guna mendukung kesehatan lingkungan.
Menggerakkan ekonomi desa melalui pelaksanaan program padat karya yang menyerap tenaga kerja lokal.
Mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola dan merawat fasilitas air bersih secara berkelanjutan.
Kegiatan yang Telah Dilaksanakan
Sejumlah kegiatan dalam pelaksanaan PAMSIMAS tahun 2025 telah berjalan di berbagai daerah.
Di tingkat nasional, program ini telah menjangkau 302 lokasi di 21 provinsi. Salah satu tahapan penting adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan Kelompok Masyarakat (Pokmas) penerima manfaat, yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Selain itu, pembangunan infrastruktur juga menjadi bagian utama dari program ini. Salah satunya adalah pembangunan reservoir PAMSIMAS di Desa Bawahan Seberang, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan air bersih. Tak hanya itu, dilakukan pula rekrutmen tenaga pendamping lapangan guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan prinsip partisipatif dan berkelanjutan.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Dengan adanya PAMSIMAS, masyarakat diharapkan tidak hanya menikmati hasil pembangunan berupa akses air bersih, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan padat karya yang melibatkan warga setempat. Program ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga sarana air minum dan sanitasi agar tetap berfungsi optimal.
“Kami berharap, melalui PAMSIMAS, masyarakat desa semakin sadar pentingnya pengelolaan air dan sanitasi yang baik. Dukungan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program ini,” tutup Pipit Dwi Herlina.
Program PAMSIMAS 2025 di Kabupaten Ngawi menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam membangun kemandirian desa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat perdesaan secara berkelanjutan.(Lina/Adv)






