482 KPM Sidomulyo Terima 14,46 Ton Beras, Banpang Kabupaten Madiun Rampung Lebih Cepat
482 KPM Sidomulyo Terima 14,46 Ton Beras, Banpang Kabupaten Madiun Rampung Lebih Cepat
MADIUN , indonesia-jaya.com– Sebanyak 482 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, menerima bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli hingga September 2026.
Total beras yang disalurkan kepada masyarakat Desa Sidomulyo ,Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun mencapai 14.460 kilogram atau 14,46 ton. Setiap KPM memperoleh 10 kilogram beras per bulan selama tiga bulan. Rabu (16/9/2026) Pukul 09.00 Wib.
Penyaluran tersebut menjadi bagian dari program bantuan pangan yang disalurkan melalui Perum Bulog Kantor Cabang Madiun. Secara keseluruhan, penyaluran Banpang periode Juli-September di Kabupaten Madiun telah mencapai 100 persen pada 16 September 2026.

Pemimpin atau Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Agung Sarianto, menyampaikan bahwa penyelesaian penyaluran di Kabupaten Madiun tersebut lebih cepat dibandingkan target yang ditetapkan.
Sebelumnya, target penyelesaian penyaluran bantuan pangan Kabupaten Madiun ditetapkan pada 30 September 2026. Namun hingga 16 September, seluruh alokasi di Kabupaten Madiun telah terselesaikan.
“Sekarang tanggal 16 September, Kabupaten Madiun sudah selesai. Targetnya sebenarnya sampai 30 September,” kata Agung.
Ia menjelaskan, Kecamatan Sawahan menjadi salah satu wilayah yang telah menuntaskan penyaluran bantuan pangan hingga 100 persen. Percepatan tersebut dilakukan agar masyarakat penerima tidak perlu menunggu sampai batas akhir jadwal penyaluran.
Kelancaran distribusi juga tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Madiun serta jajaran di tingkat lapangan. Bulog mengapresiasi dukungan Bupati Madiun beserta jajaran, Babinsa, Babinkamtibmas, pemerintah desa, dan seluruh pihak yang ikut mengawal proses penyaluran.
“Terima kasih kepada Bupati dan jajaran, Babinsa, Babinkamtibmas yang telah mengawal sehingga penyaluran berjalan lancar dan tidak ada kendala. Target bisa on time,” ujar Agung.
Untuk Kabupaten Madiun, jumlah penerima bantuan pangan mencapai 107.231 KPM. Sementara total alokasi beras yang disalurkan mencapai 3.216.930 kilogram.
Agung berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga selama periode penyaluran.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar beras bantuan yang diterima tidak diperjualbelikan. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat.
“Semoga bisa membantu masyarakat. Jangan diperjualbelikan,” tegasnya.
Dari sisi ketersediaan, Bulog memastikan stok beras masih dalam kondisi aman. Stok yang tersedia dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan, termasuk apabila terdapat penyaluran bantuan pangan lanjutan.
Rencana penyaluran Banpang periode Oktober-Desember 2026 selanjutnya akan mengikuti kebijakan dan penyerahan dari pemerintah. Bulog menyatakan kesiapan untuk mendukung program tersebut apabila telah ditetapkan.
“Stok aman dan siap untuk tiga bulan ke depan. Suplai dari cabang lainnya juga siap,” jelas Agung.
Sementara itu, untuk wilayah lain di sekitar Madiun Raya, penyelesaian penyaluran memiliki jadwal yang berbeda. Penyaluran di Kota Madiun telah selesai pada akhir Agustus, sedangkan Kabupaten Ngawi ditargetkan selesai pada 21 Oktober.
Dengan selesainya penyaluran Banpang Juli-September di Kabupaten Madiun lebih awal dari target, diharapkan seluruh KPM dapat memperoleh manfaat program secara tepat waktu sekaligus mendukung upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan masyarakat.(Lina)


