Stok SPHP Aman, Bapanas Sidak Ketersediaan dan Harga Beras di Pasar Besar Madiun

Stok SPHP Aman, Bapanas Sidak Ketersediaan dan Harga Beras di Pasar Besar Madiun

MADIUN , indonesia-jaya.com– Badan Pangan Nasional (Bapanas) didampingi Satgas Pangan Mabes Polri, Satgas Pangan Polda Jawa Timur, Satgas Pangan Polres Madiun Kota, serta Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan melakukan sidak harga dan ketersediaan beras di Pasar Besar Madiun, Rabu (9/9). Hasilnya, stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kota Madiun dipastikan masih aman. Sementara untuk ketersediaan beras premium relatif terbatas.

 

Dalam sidak tersebut, petugas Bapanas mendatangi sejumlah lapak dan pedagang sembako, khususnya penjual beras. Petugas mengecek stok, harga pembelian hingga harga jual kepada konsumen. Pemantauan mencakup tiga jenis beras, yakni SPHP, medium, dan premium.

 

Pejabat fungsional Analis Ketahanan Pangan (AKP) Ahli Madya Bapanas RI, Asep Herdiana mengatakan, dari hasil pengecekan, stok beras SPHP di Pasar Besar Madiun masih aman. Bulog juga memastikan ketersediaannya cukup sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Sementara itu, beras premium relatif terbatas. Tim hanya menemukan satu toko yang menyediakan beras premium dengan harga di atas harga yang ditetapkan pemerintah.

 

“Beras SPHP aman. Stoknya juga aman. Yang penting stoknya aman dulu, nanti harga baru kita kendalikan,” ujarnya.

 

Menurut Asep, terbatasnya stok menjadi salah satu faktor yang membuat harga beras premium relatif tinggi. Pemerintah selanjutnya akan melihat langkah yang dapat dilakukan agar harga tetap terkendali dan tidak membebani konsumen.

 

Untuk beras SPHP sendiri, konsumsi masyarakat masih dalam kondisi wajar. Penyalurannya juga terus berjalan melalui Bulog. Masyarakat pun diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan karena terdapat ketentuan pembelian maksimal dua kemasan per orang.

 

“Kalau soal SPHP, konsumsi masih wajar. Stoknya juga cukup. Bulog siap, stoknya cukup, jadi jangan khawatir kalau soal SPHP karena itu dijamin pemerintah dan operatornya Bulog,” kata Asep.

 

Di sisi lain, pemerintah juga terus menjalankan program bantuan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan stok dan harga beras. Termasuk mengatur agar hasil panen petani tetap terserap dengan harga yang baik, tanpa membuat harga di tingkat konsumen melonjak.

 

Ia menambahkan, pengaturan harga juga penting untuk menjaga keseimbangan saat produksi melimpah maupun ketika pasokan menurun. Dengan begitu, harga di tingkat petani tetap terjaga, sementara masyarakat tetap mendapatkan beras dengan harga yang wajar.

 

Pemerintah juga mencermati keberadaan beras khusus atau premium yang saat ini masih banyak mengikuti mekanisme pasar. Ke depan, regulasi terkait beras tersebut akan terus diformulasikan dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik dan harga di masing-masing daerah.

 

Hasil pengecekan ini sekaligus menjadi langkah untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat Kota Madiun tetap terjaga. Stok tersedia, harga dipantau, dan distribusi terus dikawal agar masyarakat bisa mendapatkan beras dengan tenang.(lina)