Bersih Desa Mojomanis, Kades Sunardi Ajak Warga Lestarikan Tradisi dan Budaya di Punden Mojomanis 3
Bersih Desa Mojomanis, Kades Sunardi Ajak Warga Lestarikan Tradisi dan Budaya di Punden Mojomanis 3
NGAWI , indonesia-jaya.com– Pemerintah Desa Mojomanis, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, terus berupaya menjaga tradisi dan budaya lokal melalui kegiatan bersih desa. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis Kliwon, 28 Mei lalu , tersebut dipusatkan di Punden Dusun Mojomanis 3, Desa Mojomanis dan berlangsung semarak dengan melibatkan masyarakat setempat.
Kegiatan bersih desa dipimpin oleh Kepala Desa Mojomanis, Sunardi, bersama jajaran perangkat desa, di antaranya Ambang Agung Wibawa, S.Sos., dan Andika Sukma Susanti, S.Pd.
Tradisi tahunan tersebut menjadi salah satu momentum penting bagi masyarakat untuk berkumpul, mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga keberadaan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Suasana kegiatan semakin meriah dengan hadirnya pertunjukan Tari Gambyong.
Kesenian tradisional tersebut mampu menarik perhatian warga yang hadir. Gerakan tari yang lemah gemulai dengan iringan musik tradisional memberikan nuansa khas budaya Jawa sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat.
Bersih desa bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan sekitar punden. Bagi masyarakat Mojomanis, tradisi tersebut memiliki makna sosial dan budaya yang cukup kuat. Kegiatan menjadi sarana untuk menumbuhkan kebersamaan, gotong royong serta kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan peninggalan budaya di wilayah desa.
Kades Mojomanis, Sunardi, menegaskan bahwa pelestarian tradisi lokal perlu terus dilakukan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Menurutnya, kegiatan bersih desa dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan memahami berbagai tradisi serta kesenian yang berkembang di lingkungan masyarakat.
“Tradisi bersih desa ini merupakan bagian dari budaya masyarakat yang harus kita jaga bersama. Selain sebagai kegiatan sosial, acara ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan warga,” ujarnya.
Sunardi berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat. Pemerintah desa, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan yang memiliki nilai positif bagi masyarakat sekaligus mampu memperkuat identitas budaya Desa Mojomanis.
Kehadiran Tari Gambyong juga menjadi daya tarik tersendiri. Selain memberikan hiburan, pertunjukan tersebut menjadi bentuk nyata upaya mengenalkan kembali kesenian tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kegiatan bersih desa di Punden Dusun Mojomanis 3 berlangsung dengan suasana guyub dan penuh kekeluargaan. Masyarakat berharap tradisi tersebut tetap lestari dan menjadi agenda budaya yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Nuansa kebersamaan dan pelestarian budaya terasa kuat dalam kegiatan bersih desa di Punden Dusun Mojomanis 3, Desa Mojomanis, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi. Kegiatan yang digelar pada Kamis Kliwon, 28 Mei, tersebut menjadi momentum bagi warga untuk memperkuat gotong royong sekaligus melestarikan tradisi peninggalan leluhur.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Mojomanis di bawah kepemimpinan Kepala Desa Sunardi. Dalam pelaksanaannya, Sunardi bersama perangkat desa, termasuk Ambang Agung Wibawa, S.Sos., dan Andika Sukma Susanti, S.Pd., turut mendorong masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan keberlangsungan kegiatan budaya di desa.
Sejak kegiatan berlangsung, warga tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Punden yang menjadi salah satu tempat yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat setempat menjadi pusat berkumpulnya warga. Tradisi bersih desa tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian masyarakat dalam merawat lingkungan sekitar punden.
Tidak hanya kegiatan bersih-bersih, acara semakin semarak dengan pertunjukan Tari Gambyong. Kesenian khas Jawa tersebut tampil sebagai hiburan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertahankan seni tradisional di tengah perkembangan zaman.
Tari Gambyong yang identik dengan gerakan anggun dan lemah gemulai mampu menciptakan suasana meriah. Warga dari berbagai kalangan turut menikmati pertunjukan tersebut. Kehadiran kesenian tradisional juga memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk semakin mengenal kekayaan budaya yang ada di daerahnya.
Kepala Desa Mojomanis, Sunardi, menyampaikan bahwa kegiatan bersih desa memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar kegiatan tahunan. Menurutnya, tradisi tersebut menjadi sarana mempertemukan masyarakat dalam suasana kekeluargaan serta memperkuat semangat gotong royong.
“Yang terpenting dari kegiatan ini adalah kebersamaan. Kita ingin tradisi dan budaya yang sudah ada sejak dulu tetap hidup dan dapat diteruskan oleh generasi penerus,” kata Sunardi.
Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dan perangkat desa yang ikut menyukseskan kegiatan. Menurutnya, keberhasilan kegiatan desa tidak hanya bergantung pada pemerintah desa, tetapi juga membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh masyarakat.
Sementara itu, keterlibatan perangkat desa seperti Ambang Agung Wibawa, S.Sos., dan Andika Sukma Susanti, S.Pd., menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung kegiatan kemasyarakatan dan kebudayaan di Desa Mojomanis.
Melalui kegiatan bersih desa yang dikemas dengan hiburan Tari Gambyong, masyarakat tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga kembali diingatkan mengenai pentingnya menjaga tradisi, lingkungan, persatuan, dan semangat gotong royong.
Kegiatan di Punden Dusun Mojomanis 3 tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mempertahankan kearifan lokal Desa Mojomanis. Dengan dukungan pemerintah desa dan masyarakat, berbagai tradisi lokal diharapkan tetap tumbuh serta menjadi kebanggaan warga dari generasi ke generasi.(Lina/Adv)


